Jerman, oyee !

I AM A SUPPORTER OF GERMANY ! ALWAYS SUPPORT GERMANY ~ ^ ^ kalah menang tetap Jerman ! Jerman, aku padamu ! :) GERMANY, I am yours !! I am a big fans of Marco Reus (21) !!

Selasa, 19 Juni 2012

Say `NO` to Alay !

[ ! ] PERINGATAN [ ! ]
Sebelum membaca ini, perhatikan petunjuknya terlebih dahulu :
  1. Berjanjilah bahwa anda tidak akan tersinggung dan tidak akan marah !
  2. Pastikan anda introspeksi diri selama membaca ini !
  3. Setelah nomor 1 dan 2 telah anda pahami, silakan membaca ! Tetapi jika anda tidak mau melakukannya, lebih baik cari bacaan lain !

Alay .
Alay yang kumaksud disini bukan Anak LAYangan lho, yaa :D
Tapi anak lebay .

Aku pernah sms anak dari sekolah lain *aku sekolah swasta, dia negeri*
dan aku terang-terangan bilang kalau gaya SMSnya alay .
Lha, dia bilang aku juga alay, padahal aku cuma bilang 'akwakwkawkakw' .
Okee, aku terimaaa . -.-
Dan sejak hari itu, aku menyimpulkan bahwa setiap manusia punya `Tingkat Ke-alay-annya Masing-masing` .

Berikut macam-macam ke-alay-an menurut saya :

  1. Tidak Bangga Nama Asli
    Nama FB / Twitter / Username Twitter / apalah itu namanya, diganti menjadi yang aneh-aneh dengan tulisan lebay.
    Contoh : Lllyyiesza Sii’Gadieztcuwexnanmuwanjadanimoet Semuuajadisatooe, AakkooeewwlahPeciendta Ungustsetiasahabadkotaq Belieberzzsejatiepolphelselamanyahh, Aquwh Siecewex AntiGalauwww, Tambahkandtaquwwsebagaiprendmu KarenaAquwwsiijempolersss'zz Yangtidaghcombongdancukkamenabungdijamband, saaiiaa_galauwers, dll.
    (Maaf kalau terjadi kesamaan nama *ini cuma ngarang-ngarang sendiri* dan kalau nama alay yang kubuat kurang sreg/kurang greget alaynya *maklum, bukan alayers* tapi kalau namanya terlalu lebay, yahh saya juga tidak tahu :D)
  2. Kekanak-kanakan
    Biasanya suka mengganti-ganti huruf seperti anak kecil yang baru bisa belajar ngomong.
    Contoh : S menjadi C => sama menjadi cama, makasih menjadi makacih; K menjadi T => takut menjadi tatut; R menjadi L => lari menjadi lali, rela menjadi lela; dll.
    (Bukan berarti anak yang baru ngomong itu lebay, ya. Mereka lagi proses ngomong, tapi jangan diajari bahasa alay, agar besarnya tidak menjadi alay seperti kamu ! :D)
  3. Tempo Dulu
    Huruf U diubah menjadi OE seperti orang tempo dulu.
    Contoh : dulu menjadi doeloe, aku menjadi akoe, kamu menjadi kamoe, dll.
    (Bukan berarti orang tempo dulu alay, ya. Karena dulu memang ada pengaruh-pengaruh bahasa asing. Sekarang kan sudah disesuaikan :D)
  4. Hah
    Selalu diakhiri huruf H di akhir kata.
    Contoh : selamanyah, kamuh, akuh, apah, iyah, mamah, papah, dll.
    (Terdapat pengecualian, ayah, sekolah, dll bukan kata alay, karena memang memerlukan huruf H di belakang kata :D)
  5. Wew
    Selalu diakhiri huruf W di akhir kata.
    Contoh : akuw, kamuw, dll.
    (kenapa harus huruf w ? :D)
  6. Tidak Tahu Penggunaan Tanda Baca / Simbol
    Penulisan kata disertai tanda baca / simbol yang posisinya tidak tepat.
    Contoh : l@g! ap@ $i<#, dll.
    (Harusnya, tanda baca / simbol digunakan secara tepat. Fungsi tanda baca / simbol kan untuk memperjelas kalimat, tapi kalau penggunaannya kayak gitu sih, malah bikin gak jelas :D)
  7. Tidak Tahu Penggunaan Huruf Besar
    Pemakaian huruf besar yang berlebihan.
    Contoh : kaMu lAGi nGaPaiN, aKu laGi nOnToN film aJa niHhHh, dll.
    (Belum belajar penggunaan huruf besar ya ? Ckckckck :D)
  8. Pelit Huruf Vokal
    Penulisan kata tidak disertai huruf vokal karena terlalu pelit.
    Contoh : km tw g, sdh ngrjn pr, blh plg g, dll.
    (Masih mending kalau yang baca ngerti. Lah, kalau ngga ngerti ? Bisa salah paham. Contohnya, ‘km bg y’ yang artinya kamu bagi ya . tapi, si pembaca mengira artinya adalah kamu bego ya. Terjadilah pertengkaran yang tidak diinginkan. :D)
  9. Plat Nomor
    Pemakaian angka sebagai huruf.
    Contoh : k3n4p4 51h k4mu, b4l45 9a p4k3 l4m4 y4, dll.
    7H15 M355463 53RV35 7O PR0V3 H0W 0UR M1ND5 C4N D0 4M4Z1N6 7H1N65, 1MPR3551V3 7H1N65! 1N 7H3 8361NN1N6 17 W45 H4RD 8U7 N0W, 0N 7H15 L1N3 Y0UR M1ND 15 R34D1N6 17 4U70M471C4LLY W17H0U7 3V3N 7H1NK1N6 480U7 17, 83 PR0UD! 0NLY C3R741N P30PL3 C4N R34D 7H15.
    (Perencanaan plat nomor sudah dilakukan sebelum punya kendaraan. Ckckck :D)
  10. Tidak Efektif
    Pemakaian huruf yang cara pengejaannya hampir sama digabung semua jadi satu / penggantian huruf asli dengan huruf yang pengejaannya hampir sama.
    Contoh : buadt, sayangk, pupb, maafv, resxzah, lyihat, kqamu, buad, liad, maav, chayank, dll.
    (Oke, untuk alay yang jenis ini mungkin terlalu berlebihan kali, ya. Wakaka :D)

Semua perbuatan yang dilakukan pasti ada alasannya kan, ya.. Termasuk perbuatan alay, ya ada alasannya juga. Nih, alasan menjadi alay :
  • Mengikuti Tren
    Yah, namanya manusia, ga mau ketinggalan sama tren yang lagi jaman. Termasuk aku. Tren alay itu waktu aku kelas 6 SD. Dan aku berpikir, “Keren juga nih tulisan kayak gini.” Nah ! Jadilah aku menggunakan bahasa alay -.- Aku sangat menyesal. Dulu kayak gituan belum disebut alay, untung aja aku sudah ngga nulis-nulis kayak gitu lagi. Aku sudah tobat. :D
  • Lagi Jatuh Cinta
    Yah, kalau jatuh cinta jadi sok manja. Jadi, bahasanya juga jadi manja = alay. Mungkin mereka yang mengalami tidak sadar. Yang awalnya tidak alay, tiba-tiba jadi alay gara-gara jatuh cinta. Buset dah -_-
  • Belum Belajar Bahasa Indonesia yang Benar
    Mentang-mentang hidup di Indonesia, trus pelajaran Bahasa Indonesia disepelekan. Behh, ga boleh itu ya ! :D
Hati-hati kalau alay yang berlebihan, soalnya ada sebab dan akibat menjadi alay :
  • Lama-lama Tangan Bengkak Semua
    Saking suka mencet tombol yang berlebihan ya gitu. Tangan bengkak dan keriting, keypad juga jadi rusak. HA HA HA !
  • Mata Penulis dan Pembaca Bisa Sakit
    Iya kalau mata penulis tulisan alay yang sakit, siapa suruh dia nulis alay. Nah, kalau mata yang baca yang sakit ? Mau bayarin periksa matanya ? Ngga, kan ? Yaudah, jangan nulis alay lagi -_-
  • Kesulitan Berkomunikasi
    Kalau yang baca bukan alayers gimana ? Trus dikirimin tulisan alay, ya ga bakal ngerti -.-
  • Kesulitan Mencari
    Hal ini ada hubungannya juga dengan sebab dan akibat yang sebelumnya. Di FB misalnya, ada teman yang mau nyari kita, dan itu sangat sangat penting ! Tapi teman kita itu kesulitan nyari gara-gara nama FB kita yang terlalu rumit + susah + bukan nama asli = alay.


Jadi gimana ?
Apakah ada yang tersinggung atau marah ?
Hehehe :D
Kan udah dibilang... kalau ga setuju sama petunjuknya, jangan dilanjutin bacanya :p
Ga penting aku tahu semua ini darimana, yaa :D
Yang penting, apakah kalian termasuk alayers apa ngga ? *yaaa*

Mungkin ada yang bilang ya, alay itu sarana berkreasi..
Kreasi sih kreasi, tapi jangan bikin sakit mata juga kali -.-
Atau ada yang bilang, alay itu bawaan sejak lahir ?!
Ngidam apa tuh mamanya, sampe anaknya jadi alay ? :D


Oh iya, alay bukan cuma buat penulisan aja kali, ya..
Bisa juga dengan perbuatan . Foto, misalnya .
Tapi kalau berlebihannya kaya gitu, lebih sreg dibilang lebay .

Malaysia nyuri banyak budaya Indonesia.. :(
Yahh, gimana ga mau nyuri ?
Budaya mereka yang cuma satu kita ambil juga sih..
Budaya alay.. Akwkakwkawk :p

ahh, sekian dulu deh .
Seharian nulis ini, akhirnya bisa dipublikasikan !! Yea ~


NB : Sebarkan untuk mengurangi populasi anak alay di bumi khususnya Indonesia, dan mari kita lestarikan Bahasa Indonesia yang asli !! :)

2 komentar: